8 Juli 2012 - 06:01
Kode berita: 327552
"Untuk membentuk masyarakat ideal, kita memulainya dari keluarga masing-masing. Tanamkan nilai-nilai keadilan, ajaran agama, kedamaian, akhlak dan kemanusiaan dalam diri untuk ditularkan kepada keluarga, yang dengan demikian akan menyebar ke masyarakat luas."
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Nashir Makarim Syirazi, kamis (5/7) dihadapan jama'ah peziarah Haram Muthahar Imam Ridha di Masyhad Iran menyatakan, "Negara-negara adidaya dengan dalih hendak menegakkan HAM dan perdamaian dunia, mereka menyebut diri berperang melawan terorisme, sementara teroris yang mereka maksud adalah negara-negara yang tidak ingin menjadi kaki tangan mereka dan berbagai pihak yang menentang arogansi mereka."
Ulama marja taqlid tersebut melanjutkan, "Seperti misalnya, sebagian negara-negara Arab yang otoriter yang demokrasi dan majelis tidak memiliki peran apa-apa di negara tersebut namun karena selalu menuruti kehendak AS dan negara-negara Barat maka mereka menyebutnya negara yang menegakkan HAM, namun Iran yang demokratis, yang pemerintahan dipilih oleh rakyat namun karena menentang arogansi mereka, mereka menyebutnya negara teroris yang mengancam perdamaian dunia."
Pada bagian lain ceramahnya, Ayatullah Makarim Syirasi meminta kepada pemerintah Iran untuk segera mampu mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat yang disebabkan melonjaknya harga-harga, memperluas lapangan pekerjaan dan mengatasi masalah-masalah sosial lainnya, seperti mahalnya biaya mahar dan pernikahan yang membuat sulit kaum muda untuk memasuki jenjang pernikahan.
"Kemunculan Imam Mahdi as kelak menjalankan tugas dan peranan sebagaimana yang pernah dijalankan Nabiullah Muhammad saww yakni menegakkan keadilan dan berperang melawan kezaliman. Imam Mahdi as ibarat air kehidupan yang membasahi kerongkongan umat manusia yang kering dan haus akan keadilan." Lanjutnya.
"Melakukan perayaan-perayaan mengenang kelahiran imam Mahdi, mengadakan majelis-majelis do'a untuk meminta disegerakannya kemunculan imam Mahdi itu baik, namun belum cukup. Yang lebih penting dari itu kita mempersiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan beliau dengan membentuk suatu masyarakat yang akan secara tulus dan sukarela tunduk dibawah kepemimpinan beliau." Jelas beliau lagi.
Pesannya lagi, "Untuk membentuk masyarakat ideal tersebut, kita memulainya dari keluarga masing-masing. Tanamkan nilai-nilai keadilan, ajaran agama, kedamaian, akhlak dan kemanusiaan dalam diri untuk ditularkan kepada keluarga, yang dengan demikian akan menyebar ke masyarakat luas."